Gedung Sate Bandung, Wisata yang yang tidak lekang waktu

Gedung Sate di Bandung selalu menjadi andalah wisata warga Bandung dan sekitarnya. Bahkan tempat ini seakan menjadi tempat sakral para wisatawan luar Bandung karena namanya yang sudah menjadi ikon dan melegenda di masyarakat.

Gedung Sate sering menjadi destinasi wisata di Bandung yang diburu oleh warga asing juga karena memiliki keterkaitan sejarah dengan mereka karena gedung ini dulunya adalah buatan Koloni zaman Hindia-Belanda.

Bacaan Lainnya

Gedung ini berusia sekitar lebih dari 100 tahun. Selama ini menjadi andalan digunakan sebagai Gubernur Jawa Barat dan memiliki bagian khusus Museum yang berada di lantai dasar.

Museum Gedung Sate mempunyai kelebihan diantaranya :

  1. Media interaktif

Dengan Layar sentuh, kamu bisa berinteraksi langsung melihat tawaran-tawaran yang ada. Layar ini terletak tidak jauh dari loket pembelian tiket sebelah kanan.

Dengan kecanggihan layar ini, kamu bisa melihat semua yang membentuk Gedung Sate. Penggunaannya pun mudah, kamu tinggal menekan dan menggeser tombol panah dengan kelima jari.

Kalau kamu masih belum faham secara detail meskipun sudah ada scan 3D Scan Gedung Sate dan blueprint resmi, jangan khawatir disana ada pemandu yang siap membantu anda memberikan informasi secara detail.

2. Miniatur Gedung Sate

Miniatur ini sangat artistik karena terbuat dari kayu ulin Kalimantan. Lokasinya terletak di atas sirap dan ditaruh diatas meja dan dihiasi lampu warna-warni.

Miniatur ini selalu di rawat, adapun jika dalam masa tenggang perawatan, kamu bisa melihat miniatur tersebut terbelah menjadi dua. Itu karena bagian miniatur tersebut akan terbelah jika di gerakkan.

Baca juga : Spot Indah Dusun Bambu

3. Visual Kota Bandung

Kamu bisa melihat kota Bandung secara visual. Lokasinya di sebelah replika sirine yang menjadi penanda bahaya zaman dulu.

Sistem ini adalah meja timbul yang berwarna hijau dengan layar yang menayangkan video Kota Bandung dari masa ke masa sampai pembangunan Gedung sate.

Sedangkan di miniaturnya kota Bandung, Wisatawan akan disuguhkan pemandangan Bandung pada tahun 1920an. Terlihat Alun-alun jaman dulu serta pertama kali jalan dibangun di kota bunga tersebut.

4. Film Pendek

Film pendek yang ada di Gedung Sate sangat menarik. Berada di ruangan tersendiri yaitu ada di lorong dekat ruang informasi. Untuk menikmatinya, kamu harus masuk ke ruang teater yang memiliki beberapa undakan kursi.

Film-film yang sering di tonton disini adalah film pendek berdurasi tidak lebih dari 7 menit seperti film berjudul “7 pemuda”.

5. Berhubungan dengan Animasi dari Belanda

pengelola juga menyediakan Fasilitas AR (Augmented Reality) yang berada di dekat ruang audio visual. Kamu bisa berinteraksi dengan beberapa animasi yang ada di layar.

Kesan pertama saat masuk adalah kamu akan disambut sepasang kursi dan meja sebagai properti serta beberapa alat membangun gedung. Ada layar TV kecil yang menempel di dinding.

Untuk menikmati AR kamu tinggal masuk ke ruangan dan saat kamu melihat layar, kamu akan melihat pemandangan yang berbeda. Seketika, ruangan modern yang kamu lihat menjadi ruangan tua yang masih dalam tahap pembangunan.

Kamu seakan bisa membantu langsung para pekerja membangun ruangan serta di awasi oleh koloni Belanda pada saat itu.

Baca juga : Wisata ke Gunung Tangkuban Perahu

Kamu bisa berinteraksi dengan orang-orang Belanda dan pekerja bangunan sambil memanfaatkan beberapa properti yang ada.

6. Melihat Gedung Sate dari Langit

Pengalaman selanjutnya adalah melihat Gedung Sate dari atas. Pengunjung hanya menuju lantai depan ruang AR. Meskipun tidak sangat istimewa, tapi pemandangan yang di tawarkan sangat menarik.

Pemandangan awan-awan bisa dilihat dengan jelas selama melihat Visual pemandangan Gedung Sate.

7. Naik Balon Terbang

Pengelola sepertinya mendesain Gedung Sate menjadi obyek wisata bermain juga. Di sebelah ruangan AR (Augmented Reality) pengunjung bisa naik Replika balon terbang dan menggunakan kacamata khusus virtual reality (VR).

Pengunjung seakan menikmati balon udara dan mengitari gedung sate tempoe doeloe. Pengalaman ini bahkan terlihat lebih nyata dan jelas.

8. Lukisan-lukisan yang artistik

Saat hendak keluar, sepanjang dinding di lorong jalan keluar dipadati oleh lukisan-lukisan menarik. Banyak dari makna lukisan di dalam adalah cerita kehidupan masyarakat zaman dulu. Ada juga yang menggambarkan makanan-makanan khas dan trasnportasi yang ada di Bandung dan sekitarnya.

Lukisan sebelah kanan mempunyai corak warna-warni sedangkan bagian kiri lebih dominan warna coklat.

Lokasi Gedung sate ada di Jl. Diponegoro No.22, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115. Kamu bisa mengikuti Maps berikut ini untuk sampai ke lokasi.

Pos terkait